Plastik bekas yang tak terpakai sering kali berakhir di tempat pembuangan akhir dan menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, sehingga jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah serius. Salah satu solusi inovatif dan bernilai guna tinggi adalah mengolah plastik bekas menjadi batako plastik.
Cara Membuat Batako dari Plastik Bekas Tak Terpakai

Batako dari plastik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki kekuatan yang baik serta berpotensi menjadi peluang usaha.
Berikut ini adalah tahapan lengkap cara membuat batako dari plastik bekas tak terpakai.
1. Pengumpulan dan Pemilahan Plastik Bekas
Tahap pertama adalah mengumpulkan plastik bekas dari berbagai sumber seperti rumah tangga, bank sampah, tempat pengepul, atau limbah industri ringan. Plastik yang digunakan sebaiknya berasal dari jenis yang mudah dilelehkan dan aman saat dipanaskan.
Jenis plastik yang umum digunakan antara lain:
-
Plastik PP (Polypropylene)
-
Plastik HDPE
-
Plastik LDPE
Plastik jenis PVC dan PET sebaiknya dihindari karena berpotensi menghasilkan zat berbahaya saat dilelehkan. Pemilahan ini penting agar proses produksi berjalan aman dan hasil batako berkualitas.
2. Proses Pembersihan Plastik
Setelah dipilah, plastik bekas harus dibersihkan dari kotoran seperti tanah, minyak, sisa makanan, dan label kemasan. Proses pembersihan dapat dilakukan dengan mencuci plastik menggunakan air dan deterjen ringan.
Plastik yang bersih akan menghasilkan batako yang:
-
Lebih kuat
-
Tidak berbau menyengat
-
Memiliki tampilan lebih rapi
Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kualitas hasil akhir.
3. Pengeringan dan Pencacahan Plastik
Plastik yang telah dicuci kemudian dikeringkan, baik dengan cara dijemur di bawah sinar matahari maupun menggunakan mesin pengering. Setelah kering, plastik dicacah menjadi ukuran kecil menggunakan mesin pencacah atau alat sederhana.
Pencacahan bertujuan untuk:
-
Mempercepat proses pelelehan
-
Membuat campuran lebih merata
-
Menghemat waktu dan energi pemanasan
Ukuran cacahan biasanya berkisar antara 5–10 mm.
4. Proses Pelelehan Plastik
Tahap selanjutnya adalah melelehkan plastik menggunakan alat pemanas seperti drum besi, tungku, atau mesin peleleh plastik. Proses pelelehan dilakukan pada suhu sekitar 180–250°C, tergantung jenis plastik yang digunakan.
Pelelehan harus dilakukan dengan hati-hati dan di ruang terbuka atau berventilasi baik untuk menghindari asap berlebih. Plastik dilelehkan hingga benar-benar cair dan homogen.
5. Pencampuran dengan Pasir atau Bahan Penguat
Plastik cair kemudian dicampur dengan pasir halus sebagai bahan pengisi. Perbandingan umum yang sering digunakan adalah:
-
30% plastik
-
70% pasir
Namun, komposisi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kekuatan batako. Campuran harus diaduk dengan cepat dan merata sebelum plastik mengeras kembali.
Pasir berfungsi untuk:
-
Menambah kekuatan tekan
-
Mengurangi penggunaan plastik
-
Membuat batako lebih stabil dan padat
6. Proses Pencetakan Batako
Setelah campuran siap, adonan plastik dan pasir dituangkan ke dalam cetakan batako. Cetakan dapat terbuat dari besi atau baja agar tahan panas. Campuran kemudian dipadatkan menggunakan alat press atau dipukul perlahan agar tidak ada rongga udara.
Proses pencetakan harus dilakukan dengan cepat karena plastik akan mengeras saat suhu menurun.
7. Pendinginan dan Pengeringan Batako
Batako yang telah dicetak dibiarkan hingga dingin dan mengeras sempurna. Proses pendinginan biasanya memakan waktu beberapa jam. Tidak seperti batako semen, batako plastik tidak memerlukan proses perendaman air atau curing.
Setelah dingin, batako siap digunakan atau disimpan.
8. Keunggulan Batako dari Plastik Bekas
Batako plastik memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
-
Lebih ringan dibanding batako konvensional
-
Tahan air dan tidak mudah retak
-
Memanfaatkan limbah plastik
-
Proses produksi relatif cepat
-
Potensi nilai jual tinggi
Batako ini cocok digunakan untuk bangunan non-struktural seperti pagar, gudang, atau dinding pembatas.
Kesimpulan
Cara membuat batako dari plastik bekas tak terpakai merupakan solusi cerdas dalam mengurangi limbah plastik sekaligus menghasilkan produk bangunan yang bermanfaat. Dengan tahapan pengumpulan, pembersihan, pencacahan, pelelehan, pencampuran, hingga pencetakan, plastik bekas dapat diubah menjadi batako yang kuat dan bernilai ekonomi. Jika dikelola dengan baik, proses ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha yang menjanjikan.